Jajanan Gorengan Anak Tidak Baik Bagi Kesehatan

Jajanan Gorengan

Jajanan Gorengan Tidak Baik Bagi Kesehatan Anak Yang Sedang Dalam Masa Pertumbuhan

Jajanan Gorengan adalah salah satu makanan yang digemari anak-anak karena memang rasanya yang gurih. Anak-anak sekolah sangat suka sekali membeli jajanan gorengan ini diwaktu istirahat. Beberapa jenis jajanan gorengan yang laris dibeli contohnya tempe goreng, tahu goreng, otak-otak, pisang coklat, dan bakwan.

Ditambah dengan sambal atau saus tomat, makanan seperti ini selalu menjadi makanan favorit dari anak-anak sampai orang dewasa. Kalau dilihat dari bahan baku pembuatannya, jajanan gorengan sebenarnya terbuat dari bahan-bahan alami yang memiliki kandungan gizi tinggi dan baik untuk kesehatan anak.

Seperti tempe yang memiliki kandungan protein yang diantaranya berfungsi menghasilkan energi dan membantu proses pertumbuhan anak. Namun karena proses pengolahannya yang tidak sehat, protein pada tempe tersebut menjadi berkurang manfaatnya.

Meski kita harus jujur mengakui bahwa bahan baku makanan yang dijadikan produk dagang akan menjadi salah satu penentu keuntungan oleh pedagang. Dan tak jarang kualitas makanan kurang diperhatikan oleh para pedagang jajanan gorengan ini.

Jajanan Gorengan Menjadi Tidak Sehat Akibat Kesalahan Proses Pengolahan

Yang menjadikan jajanan gorengan menjadi kurang sehat untuk dikonsumsi anak Indonesia adalah penggunaan minyak goreng. Yang seringkali digunakan lebih dari tiga kali. Aturan sehat penggunaan minyak goreng adalah satu sampai maksimal dua kali penggunaan dan tidak boleh digunakan lagi untuk menggoreng sesudahnya.

Kalau untuk menggoreng makanan seperti ikan asin, minyak goreng cukup digunakan sekali saja. Pedagang jajanan gorengan tentu tak mau rugi dan lebih memilih menggunakan minyak goreng yang sudah berkali-kali dipakai. Perilaku pedagang nakal seperti inilah yang menjadikan jajanan gorengan menjadi kurang sehat untuk dimakan.

Hal itu karena makanan tersebut telah berisi radikal bebas yang dipicu penggunaan minyak goreng yang tidak benar. Dampak yang langsung dirasakan adalah anak sering menderita penyakit radang tenggorokan. Dan dalam waktu jangka panjang dapat menyebabkan kanker yang termasuk penyakit yang sukar disembuhkan.

Ditambah lagi dengan perilaku curang para pedagang gorengan. Seperti dengan memasukkan plastik agar gorengan menjadi lebih gurih dan renyah. Ini tentu sangat membahayakan bagi kesehatan anak. Perhatikan dengan baik dari bau, warna, dan kerenyahan gorengan yang terlihat tidak wajar.

Biasakan Minum Air Putih dan Jus Buah Setelah Mengkonsumsi Gorengan

Waspadalah dengan perilaku anak-anak yang gemar membeli jajanan gorengan. Agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan, sebaiknya sehabis makan jajanan gorengan anak wajib mengkonsumsi air putih. Dan bila perlu anak juga dapat meminum jus buah yang dapat menetralisir radikal bebas pada jajanan gorengan.

Jus buah yang disarankan untuk diminum adalah jus buah apel, jus buah naga, yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Jus buah ini berfungsi juga mengurangi kadar racun yang sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh. Nasihatilah anak agar jangan terlalu sering membeli jajanan gorengan.

Kesalahan yang sering diabaikan oleh orang tua adalah tidak membiasakan anak minum air putih setelah makan jajanan gorengan. Akibatnya mudah ditebak, anak dalam beberapa saat kemudian akan rentan terkena radang tenggorokan, alergi, dan efek lainnya akibat minyak goreng yang tidak sehat.

Namun, alangkah baiknya jika orang tua selalu mengingatkan anak. Agar tidak sembarangan membeli jajanan. Ibu bisa mengobati kerinduan anak akan makanan gorengan dengan cara memasaknya sendiri di rumah. Ini jelas lebih sehat dan tentu saja orang tua tak perlu khawatir, karena apa yang dikonsumsi anak ada dalam pengawasan orang tua.

Sumber Gambar : doktersehat.com

Tinggalkan Balasan