Makanan Kesehatan Dengan Obat – Apa Perbedaannya?

Makanan Kesehatan Untuk Pencegahan Penyakit

Makanan Kesehatan Untuk Pencegahan Penyakit

Makanan kesehatan semula ditujukan untuk pencegahan timbulnya berbagai penyakit degeneratif dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun kecenderungan akhir-akhir ini peranan gizi menjadi sangat penting dalam proses penyembuhan dan pemulihan penyakit. Serta digunakan sebagai pendamping pengobatan kedokteran yang sesuai standar profesional.

Makanan kesehatan diperlukan oleh mereka yang berada dalam kondisi sehat untuk mempertahankan status kesehatannya, serta orang yang mulai merasakan tubuhnya kurang fit untuk meningkatkan kondisi tubuh serta membantu proses pemulihan.

Makanan kesehatan ini sebagian merupakan produk herbal yang diolah dari bahan-bahan alami. Termasuk juga bahan-bahan yang fungsinya memperlama “masa kadaluarsa” produk herbal tersebut. Karena kandungan gizinya yang komplit, makanan kesehatan sering menjadi andalan dalam usaha memerangi gizi buruk.

Hanya saja karena harganya yang terbilang mahal, makanan kesehatan seringkali dijadikan cara terakhir. Padahal jika dilihat fungsinya sebagai usaha preventif. Maka makanan ini seharusnya menjadi cara pertama untuk menjaga kebugaran tubuh manusia.

Sehingga kita tidak akan kehilangan banyak waktu yang sangat berharga untuk menikmati hidup. Orang yang selalu dalam kondisi sehat jelas lebih banyak memiliki kesempatan untuk tetap aktif dan energik. Berbeda jauh dengan mereka yang sering mengalami gangguan kesehatan.

Perbedaan Makanan Kesehatan Dengan Obat

Lalu apa sebenarnya perbedaan antara makanan kesehatan dan obat? Apa pula peranan makanan kesehatan dalam penyembuhan penyakit bila dikonsumsi bersama obat-obatan yang diberikan oleh dokter?

Makanan Kesehatan:

  1. Melengkapi zat gizi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antioksidan dan meregenerasi sel bagi orang yang sehat. Bagi penderita penyakit berperan dalam mendukung dan mendampingi obat untuk membantu proses penyembuhan.
  2. Reaksi relatif lambat.
  3. Takaran/ dosis bisa ditambah sesuai kondisi tubuh dan tanpa efek samping.
  4. Bisa dikombinasikan dengan obat-obatan lain, namun pemberiannya diberi jarak waktu sekitar 30 menit.
  5. Tidak mengandung zat adiktif.
  6. Bahan utama berasal dari alamiah zat-zat gizi atau nongizi.

Sedangkan Obat:

  1. Diperuntukkan bagi orang sakit untuk terapi penyembuhan penyakit tertentu.
  2. Reaksi cepat.
  3. Dosis tertentu dengan jangka waktu terbatas, kalau berlebihan dapat menjadi toksik (keracunan).
  4. Dianjurkan berhati-hati dengan campuran obat-obat lain dan bisa berinteraksi secara negatif.
  5. Bisa bersifat adiktif (ketagihan) untuk obat-obatan tertentu.
  6. Bahan utama berasal dari bahan kimia sintetik.

Sumber Gambar : www.erabaru.net

Tinggalkan Balasan